Skip to content

Data Penerima uang Transport guru di palsukan, Dindiknas Kota Surabaya “Mbidek” Kejaksaan Harus tindak tegas Pemalsu data penerima tunjangan.

22 Desember 2010

(22, Desember 2010 ), aktualindonesia.wordpress.com, Surabaya – Peningkatan kesejahteraan para guru terus dilakukan pemerintah kota Surabaya, guna merangsang perbaikan kinerjanya. Baik untuk GTT(Guru Tidak Tetap),GTY(Guru Tetap Yayasan), maupun bagi guru yang telah berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil).Hal ini tidak lepas dari perhatian Walikota Surabaya terhadap profesi guru yang telah menganggarkan kurang lebih 20% dari anggaran RAPBD pemerintah kota Surabaya.

Namun apa yang telah dilakukan pemkot Surabaya ini tidak mendapatkan apresiasi yang baik dari oknum-oknum kepala sekolah, maupun guru di lingkungan dinas pendidikan kota Surabaya, Banyak terjadinya markup data akan nama-nama guru fiktif yang di masukkan dalam daftar guru penerima uang transport dan makan minum di berbagai sekolah yang ada, namun nama-nama guru tersebut tidak pernah ada dan tidak mengajar di sekolah yang tercantum di data alias fiktif. Nuansa Korupsi yang menyebabkan kebocoran anggaran pendidikan yang di sebabkan banyaknya data palsu yang dilaporkan pada pihak dindiknas kota ini seakan menambah nuansa konspirasi korupsi secara besar – besaran di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, baik di tingkat cabang dinas kecamatan hingga pada tingkatan kantor Dinas Kota dan dalam hal ini di lakukan tanpa ada rasa takut akan sanksi yang di berikan bila nantinya di ketahui data yang ada tersebut di palsukan.

Dari temuan data di lapangan akan banyaknya data guru fiktif, penerima uang transport yang sengaja di buat oleh Ka.TU Cab.Dinas Pendidikan ditingkat kecamatan, ai menemukan adanya nama beberapa guru fiktif di beberapa sekolah yang nama-nama guru tersebut terdata namun tidak di akui oleh pihak kepala sekolah setempat di karenakan guru-guru tersebut memang tidak berada dan tak melakukan kegiatan mengajar di sekolah tersebut, dan hal ini di kuatkan adanya pengakuan secara tertulis seorang kepala sekolah akan penolakan data guru fiktif yang tercantum sebagai guru di sekolahnya, saat di temui beberapa wartawan yang menanyakan adanya temuan kasus ini.Dan hal ini terjadi di lingkungan Cab.dinas pendidikan UPTD BPS kec.Benowo yang di duga dilakukan oleh pihak kasi.Tata Usaha,beserta ketua KKG (Kesatuan Kerja Guru) di wilayah kecamatan tersebut.

UPTD BPS Cabang Dinas Pendidikan kec.Benowo, salah satu kantor yang melakukan pemalsuan data guru fiktif agar mendapatkan tunjangan-tunjangan tersebut. Baik tunjangan transportasi maupun pemberian uang makan-minum dan uang transportasi guru yang di berikan pemerintah kota surabaya. Hal ini diperjelas dari temuan ai tentang adanya pemalsuan penerima tunjangan tersebut pada tahun 2009 adanya pemalsuan nama-nama guru yang tidak mengajar di salah satu sekolah di wilayah UPTD BPS Kec.Benowo yang saat itu di pimpin oleh Sudariyanto selaku kepala UPTD BPS cabang Dinas pendidikan Kec.Benowo, (Sekarang Kasi. PLS Dindiknas Kota Surabaya.red). Dan pihak Dinas pendidikan Kota Surabayapun seakanenggan menyikapi adanya temuan data fiktif tersebut hingga kasus ini seakan di hentikan tanpa adanya ketegasan dalam menindak oknum-oknum di jajarannya.

Saat hal ini di klarifikasikan pada Sahudi Selaku kepala Dinas Kota Surabaya, Sahudi seakan enggan menanggapi permasalahan ini dan menyarankan pada ai agar melaporkan saja langsung akan temuan tersebut pada pihak kepolisian atau kejaksaan agar oknum-oknum yang melakukan pemalsuan data tersebut di tindak tegas.Lebih lanjut sahudi mengatakan bahwa pihaknya telah berkali-kali memberikan saran pada jajaran di bawahnya agar dalam bekerja hendaknya melaksanakan sesuai dengan aturan dan tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran diluar ketentuan yang ada, apalagi sampai melakukan pemalsuan Data penerima transport yang anda bilang mas, dan apalagi inikan sudah masuk rana pidana mas, ungkap sahudi pada Koran ini.Namun apa yang di katakana Sahudi dengan upaya Dindiknas kota dalam memperbaiki kebobrokandijajarannya seakan kamuflase dan dilakukan setengah hati alias jalan di tempat tanpa ada sanksi tegas sebagai efek jera pada oknum-oknum yang melakukan pelanggaran tersebut.

Adapun beberapa nama guru fiktif yang tidak melakukan kegiatan mengajar dan guru tersebut tidak mengajar di sekolah SDS Mujahidin II Benowo, namun namanya masuk dalam data penerima uang transport guru dan hal ini di duga data dimasukkan oleh Samsul Bakhri selaku kabag TU UPTD BPS Kec.Benowo adalah : Abd.Ghofur, Djemain, Gatot, Sholikin,Anik Safitri, Fitri Indah,Nurfita Sari, Sri Rahayu. Untuk data nama guru fiktif SDS nurul Iman Benowo adalah : Efi Yuliati, M.Mutarom,Hina Iswatin,Maria Ulfa, Suyatno.untuk data fiktif SDS Raden Patah Benowo adalah : Santoso, Supriyadi.

Kesemua guru yang namanya masuk dalam data penerima transport sebesar Rp.150,000 per bulan, yang diajukan ke Dinas pendidikan Kota Surabaya ini telah beberapa kali dana tersebut diterimakan melalui kantor UPTD sesuai data yang di temukan yakni tahun 2009 bahkan di duga tahun sebelumnya juga pernah dilakukan namun belum terungkap. Dan adanya nama-nama fiktif guru tersebut yang tidak mengajar dan tidak bekerja di sekolah-sekolah diatas dipertegas dengan adanya pengakuan dari kepala sekolah dasar Mujahidin II, Suhadak S,Ag.

Penerimaan tunjangan tersebut juga di perkuat atas temuan data tandatangan guru penerimanya yang di tandatangani dan di sahkan oleh ketua KKG (Kesatuan Kerja Guru) Wilayah UPTD BPS Kec.Benowo Sulaksono tavip Riyadi, S.Pd, saat itu.

Disisi lain salah seorang pakar hukum yang namanya enggan di korankan mengatakan bahwa apa yang telah di lakukan oknum kabag TU tersebut jelas bisa dikategorikan masuk dalam tindak pidana murni.dan hal ini tidak dapat di biarkan saja dan tidak hanya kabag tersebut, semua yang terlibat dalam pemalsuan data harus di tindak tegas, terutama kepala UPTD BPS kec.benowo saat itu, karena dalam kasus ini sudah merupakan tindak pidana korupsi. Dan kasus-kasus korupsi ini tidak berlaku surut, yang artinya kasus ini bisa di ungkap dan di lakukan pemeriksaan dan penyidikan kapanpun apabila ditemukan data-data valid dan tidak ada alasan kasus ini di hentikan mas walaupun seumpama uang-uang tersebut telah di kembalikan namun tindakan hukumnya masih terus jalan.

Namun dalam hal ini semua tergantung pada kesadaran aparat penegak hukum di negeri ini, yakni aparat kepolisian dan kejaksaan, bahkan KPK pun bila perlu turun dalam penindakan secara tegas dalam kasus ini.Namun dalam fakta kenyataannya anda lihat sendirilah bagaimana kondisi aparat penegak hukum kita yang seakan setengah hati dalam menindak lanjuti berbagai kasus-kasus korupsi apa lagi dalam kasus ini jelas-jelas ada pemalsuan nama-nama guru fiktif yang di masukkan guna mendapatkan keuntungan tunjangan transport tersebut.Dan bila dalam hal ini tidak segera di tindak lanjuti maka negeri ini sekali lagi telah melahirkan koruptor-koruptor baru seperti Gayus, dan siapapun yang terkait dalam kasus ini harus di tindak tegas dan terutama yang paling bertanggung jawab adalah pejabat kepala UPTD BPS dinas pendidikan kec.benowo yang memimpin saat itu. karena semua data yang akan di kirimkan ke dinas pendidikan pastinya harus mendapatkan pengesahan kepala UPTD setempat, dan itupun dilakukan pemeriksaan ulang serta pendataan ulang dari pihak kasi Tata Usaha UPTD hingga dapat dinyatakan data tersebut layak dan mendapat pengesahan oleh pimpinannya.kalau beliau tidak mengetahui akan adanya hal ini ya sama saja bohong dan indikasi konspirasi tersebut sudah pasti ada, ungkapnya.

Saat di Tanya pasal apa yang dapat di berikan bagi oknum pelaku tersebut,dirinya mengatakan bahwa dalam kasus ini para pelaku dapat di jerat dengan pasal 382 KUHP”Barangsiapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri,dapat dikenakan pidana paling lama 5 tahun penjara.dan bisa di tambahkan juga dengan pasal 263 KUHP (Kitab undang-undang hukum pidana) dengan sanksi pidana 6 tahun penjara, ungkapnya sambil menutup wawancara.(nt/yn)

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: