Skip to content

Terkait penangkapan 3 oknum wartawan radar 9 onlinePolisi harus obyektif & selidiki Penyebab terjadinya pemerasan

28 Desember 2010

aktual.indonesia,wordpres.com, Surabaya.- Terkait adanya penangkapan kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oleh tiga oknum wartawan radar 9 online, terhadap Sholeh seorang karyawan SPBU Desa Ceweng, Kecamatan Diwek Jombang pada rabu (22/12/2010) lalu, dimana menurut keterangan pihak kanit resmob Satpidum Ditreskrim Polda Jatim pada selasa (28/12/2010) lalu. Bahwa kasus tersebut terjadi karena ketiga oknum wartawan yang telah memperoleh adanya bukti foto saat SPBU tersebut melakukan pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak) tidak disertai petugas TERA yang bertujuan memberikan perlindungan kepada konsumen dari tindakan pdana metrologi legal dan hal inipun telah diatur berdasarkan surat keputusan Menperindag Nomor 61/MPP/Kep/2/1998 tentang penyelenggaraan kemetrologian.

Menurut I wayan titip sulaksana, Praktisi hukum unair “ mengatakan bahwa pihak kepolisian telah tepat dalam menindak lanjuti dengan cepat adanya laporan masyarakat akan terjadinya tindakan dugaan pemerasan yang di lakukan oleh ketiga oknum wartawan tersebut, hingga dilakukannya tindakan penangkapan. Namun dalam hal ini, di sisi lain kasus ini, pihak aparat kepolisian hendaknya juga melakukan penyelidikan secara obyektif, selain dari kasus tindak pidana yang dilakukan oleh oknum wartawan tersebut. Karena tentunya sebelum peristiwa ini terjadi pastilah ada peristiwa lain yang melatar belakangi hingga kasus dugaan pemerasan ini muncul. Apalagi sebelumnya telah terjadi kesepakatan damai dari kedua belah pihak. Dan hal inipun didasari atas ada atau tidaknya penekanan oleh oknum wartawan yang menemuinya saat itu. Karena bila pihak SPBU memang telah benar-benar menjalankan roda bisnisnya secara benar sesuai peraturan yang ada, Menurut saya untuk apa petugas tersebut takut saat ditemui dan di tunjukkan bukti foto-foto yang didapat oleh ketiga wartawan tersebut, bahkan sempat terjadi penawaran uang damai hingga akhirnya berakhir dengan sebuah kesepakatan pemberian sejumlah nominal uang kepada ketiga oknum wartawan yang datang menemuinya. Dan dalam hal ini jelas sekali bisa dikatakan bahwa pihak SPBU pun selama melakukan roda bisnisnya diduga telah melakukan kecurangan-kecurangan yang ada, dan kebetulan terlihat wartawan yang sedang melakukan investigasi dan hal inilah yang menjadi cela modus operandi akan adanya tindak pemerasan yang di lakukan oleh oknum wartawan tersebut ”.

Lebih jelas wayan mengatakan bahwa seharusnya pihak kepolisianpun harus secara obyektif dalam melakukan penanganan kasus ini. Selain melakukan pemeriksaan serta tindakan hukum pada ketiga oknum wartawan ini, bila memang mereka terbukti melakukan tindak pidana pemerasan. pihak kepolisianpun harus juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak pemilik SPBU. karena dari bukti foto yang diambil oleh wartawan tersebut bisa dijadikan sebagai dasar pemeriksaan akan adanya dugaan pelanggaran yang ada tentang legalitas BBM yang di jualnya apakah telah memenuhi kwalitas, serta sesuai standart mutu BBM yang di jual bersama petugas TERA, karena menurut pemberitaan dibeberapa media yang ada kemarin, ketiga oknum wartawan ini mengetahui kalau SPBU tersebut dalam melakukan pengisian BBMnya dari depo setempat tidak di dampingi petugas TERA. Dan dalam hal inipun di perkuat dengan beberapa bukti foto wartawan tersebut. Dan di situ sangat jelas nampak bahwa adanya upaya damai yang dilakukan oleh pihak petugas SPBU tersebut guna menutupi kesalahannya. Dan agar apa yang telah diketahui wartawan-wartawan tersebut tidak di ungkap dan tak terekspos dimedia.

Dan jika memang benar terbukti dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak aparat kepolisian, petugas TERA pemerintah, serta pihak terkait yang menangani masalah migas, saat diadakan uji materi akan kwalitas atau mutu serta ketepatan mesin pengukur volume Bahan bakar yang akan di isikan pada tiap konsumen, bila memang ditemukan adanya pelanggaran dalam hal ini, maka pihak pemilik SPBU tersebut bisa dikatakan telah melakukan pelanggaran UU No.2 Tahun 1981 tentang metrologi legal dan melanggar UU No.8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman penjara selama 5 tahun dan denda Rp 2,5 Milliar.tapi itupun kalau memang ditemukan bukti dari hasil penyelidikan yang ada.inikan baru dugaan dan belum diadakan penyelidikan oleh aparat kepolisian.Makanya saya menghimbau pada aparat kepolisian harus mengedepankan obyektifitas dalam menyikapi permasalah ini. Karena ada beberapa permasalahan yang masih belum terungkap yang melatar belakangi hngga terjadinya dugaan tindakkan pemerasan yang di lakukan oleh beberapa oknum wartawan tersebut.Dan pihak aparat kepolisian jangan hanya melihat dari satu sisi permasalahan pemerasannya, namun apa yang melatar belakangi hingga terjadinya kasus tersebut yang perlu di selidiki lebih mendalam lagi.

Kalau kita sama-sama mau jujur yang menjadi pertanyaan bagi saya Mengapa pihak SPBU mau memberikan sejumlah uang pada oknum wartawan tersebut, kalau memang perusahaan tempat ia bekerja tidak merasa melakukan pelanggaran dalam menjalankan kegiatan Bisnisnya? Dan hal apa yang melatar belakangi hingga timbulnya tindakan pemerasan yang di lakukan ketiga oknum wartawan tersebut? Karena saya yakin didalam setiap perkara atau kasus yang timbul,pastilah ada sebabnya. Nah dalam hal ini pihak aparat kepolisian harus berani mengungkap dan menyelidiki lebih mendalam apa sebab dari kasus dugaan pemerasan yang dilakukan oknum wartawan yang telah diamankan ? “ ungkap wayan menutup wawancara. ( yn)

 

About these ads
No comments yet

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: